Highlight Kegiatan KMKI Karlsruhe

Indonesische Abend KMKI 2016



Pada tanggal 17 Desember 2016 KMKI Karlsruhe mengadakan acara Indonesischer Tag (de:Hari Indonesia) dengan dukungan dan bantuan dari KHG. Acara yang bertempat di Saal KHG ini dibagi
menjadi 2 bagian, yakni acara makan malam bersama dan presentasi yang menunjukan berbagai kesenian Indonesia dengan sesi tanya jawab.

Pada acara makan malam, santapan yg disajikan adalah soto ayam dan ronde sebagai hidangan penutup. Hidangan ini mendapat respons yang sangat positif dari semua tamu yang datang, baik dari orang asing yang datang ataupun teman-teman Indonesia yang juga ikut hadir di acara tersebut. Setelah makan malam, Jo Jevon Nova Dinata menyambut para tamu dan memperkenalkan beberapa fakta tentang Indonesia, seperti keadaan geografis, budaya dan khususnya mengenai perbedaan agama di Indonesia, serta sesi tanya jawab, yang tidak disangka banyak orang asing yang bertanya. Pada malam harinya juga ditampilkan berbagai tari-tarian dan juga pertunjukan drama dalam bahasa Jerman yang menceritakan kisah Roro Jonggrang. Para peserta workshop tari saman, yang sudah diadakan sejak bulan juli, juga turut memeriahkan acara tersebut.


Tidak disangka, acara kami ini mendapat respon yang sangat positif dari tamu-tamu yang datang, hingga masuk koran loh. Berikut adalah respon dari salah satu orang yang datang ke acara kami.




Tari betawi : https://www.youtube.com/watch?v=upzsi3kKS_s&feature=youtu.be
Tari Saman : https://www.youtube.com/watch?v=mG_AGpmcDh0&feature=youtu.be
Learn more »

Weichnachtsmarkt Strasbourg



Wihh, gak kerasa ya sudah mau natal. Pada hari sabtu, 10 Desember kemarin, kita dari KMKI KA mengadakan acara jalan-jalan ke Weichnachtsmarkt Strasbourg loh...Dengan Wahyu Kasendra sebagai "tour guide" kita, menemani 24 anak asuhannya :)

Berawal dari kumpul di Karlsruhe Hbf jam 14:00, kemudian setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam, tiba deh kita di Strasbourg, kemudian jalan2 selama 2jam. Beh, Weichnachtsmarkt nya gede banget coy. Pantesan Weichnachtsmarkt Strasbourg dianggap sebagai salah satu Weichnachtsmarkt terbesar dan terbagus se-eropa.




Learn more »

Tutorium Aufnahmeprüfung WS 16/17



Tanggal 30 Agustus 2016 yang lalu, sie Akademis KMKIKA mengadakan Tutorium bagi anak-anak baru yang akan mengikuti Aufnahmeprüfung.

Peserta yang hadir berjumlah 2 orang, dan tutorium ini berlangsung kurang lebih hingga 7 jam! Waww, semangat sekali pembimbing satu ini dan peserta tutorium kita kali tahun ini.
Semoga diterima yah!! Toi Toi Toi
Learn more »

Bogenschießen


Terinspirasi dari ajang Olympic Rio 2016 lalu, seksi Akademis KMKI KA mengadakan ekskursi 'Bogenschießen' pada tanggal 30 Agustus 2016 yang lalu. Lumayan dapat pengalaman tambahan hehehe...

Kegiatan berlangsung 3 jam, diawali dengan pemberian seputar teori oleh 2 tutor kita yang baik hati dari PSV (Polizeisportverein Karlsruhe e.V.). Ternyata gak sesimpel itu untuk menggunakan alatnya saja, salut buat pemanah-pemanah di penjuru dunia.

Setelah itu, baru deh main panahannya. Ada yang langsung kena 'on spot', tapi ada juga yang melenceng, bahkan ada yang sampai hilang panahnya. Beberapa saat kemudian barulah kita mengadakan lomba kecil-kecilan dan yang menang bakal dapat hadiah juga, dan pemenangnya adalah teman kita Limanan, good game boy.

Panah
Equipment
Tutor session


Album : http://s1268.photobucket.com/user/kmkiphoto/library/2016/Archery

Learn more »

Serial Tata Gerak Liturgi dalam Perayaan Ekaristi (Last Part)

SIKAP UMAT SAAT KONSEKRASI

Dalam Doa Syukur Agung (DSA), imam mengatakan "Terimalah dan makanlah: inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagimu," dan "Terimalah dan minumlah: inilah piala darah-Ku, darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku." Kemudian imam mengangkat Hosti dan Piala di hadapan umat.

Sesuai dengan Tata Perayaan Ekaristi, sikap yang tepat yaitu,

Umat MEMANDANG Tubuh dan Darah Kristus saat imam mengangkat Cawan dan Piala, setelah itu

Umat MENUNDUKKAN KEPALA saat imam berlutut menghormati Tubuh dan Darah Kristus

Sikap memandang dengan hormat Tubuh dan Darah Kristus janganlah dianggap sebagai sikap menantang atau sikap kurang ajar karena Yesus sendiri yang memperlihatkan Tubuh dan Darah-Nya kepada kita. Tuhan berkata "Inilah TubuhKu, Inilah DarahKu". 

Jika kita merasa tidak hormat memandangNya mengapa kita menerima Dia lewat komuni. Bukankah ini lebih tidak hormat? Namun Yesus tidak menghendaki demikian. Ia ingin kita bersatu dengan Dia sepenuhnya. Pandanglah Yesus seperti Thomas yang memandang Yesus dengan penuh iman dan berkata, "Ya Tuhanku dan Allahku!"

Selamat mengikuti Ekaristi dengan khidmat dan memandang Yesus dalam kemuliaanNya yang hadir dalam rupa Hosti dan Anggur.







Learn more »

Serial Tata Gerak Liturgi dalam Perayaan Ekaristi (Part 8)

MENDENGARKAN SABDA ALLAH DAN IMAM SELAMA PERAYAAN EKARISTI

Iman itu timbul dari pendengaran, dari pendengaran akan firman Tuhan (Roma 10:17)




Di awal hidup Gereja atau masa-masa Gereja Perdana, bahkan Yesus sendiri menyampaikan ajarannya lewat perkataan dan para murid dengan setia mendengarkan Dia.. Setelah itu, iman Kristen hidup tanpa Kitab Suci karena Kitab Suci baru dikanon lewat Konsili Hippo tahun 393 oleh Gereja Katolik, maka para rasul pun juga menyebarkan iman Kristen secara lisan sehingga tulisan--tulisan dalam Kitab Suci menjadi barang langka di masa itu.. Umat Katolik pada masa itu tidak memiliki Kitab Suci, mereka mendengarkan dengan setia sabda Tuhan selama Perayaan Ekaristi.. 



Bagaimana dengan sikap kita selama Perayaan Ekaristi?

Kita pun dengan setia berusaha mendengarkan Yesus yang sedang menyampaikan sabdaNya kepada kita, sehingga kita tidak perlu sibuk membaca teks/ bacaan saat itu atau bahkan sibuk membuka Kitab Suci online di gadget kita.. Apakah dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Gereja Katolik tidak akrab dengan Kitab Suci? Tanpa kita sadari, rangkaian Perayaan Ekaristi yang kita ikuti adalah perayaan iman yang bersumber dari Kitab Suci sendiri sesuai dengan amanat Yesus.. Gereja Katolik melaksanakan dan menghidupi apa yang ada dalam Kitab Suci secara nyata sampai saat ini.

Apakah umat Katolik boleh membaca Kitab Suci? Tentu saja boleh.. Umat didorong untuk merenungkan sabda Tuhan setiap hari sesuai dengan bacaan Kitab Suci dalam tahun liturgi Gereja.. St. Hironimus mengatakan "Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus". Jika kita mengikuti Perayaan Ekaristi selama 3 tahun penuh maka kita telah membaca seluruh isi Kitab Suci..

Lalu mengapa umat Katolik sering tidak mengenal Kitab Suci nya? sering kita temui Alkitab dalam keluarga Katolik selalu bersih dan berdebu.. Banyak umat yang bilang kata-kata dalam Kitab Suci itu sulit dipahami.. Memang perkataan ini ada benarnya maka kita perlu Gereja dalam memahami isi Kitab Suci dengan benar. Menerjemahkan dan memahami Kitab Suci sesuai dengan keinginan dan maksud diri sendiri akan membawa kita pada pemahaman iman yang salah/sesat. Konsekuensinya kita akan menjauh dari Gereja dan merasa Gereja kita salah dan mendirikan komunitas baru. Inilah yang terjadi pada saat ini.. 

Jadi, apakah kita telah setia mendengarkan Yesus saat kita mengikuti Perayaan Ekaristi? Atau masih sibuk membaca atau bahkan mengobrol? Mendengarkan memang lebih sulit daripada membaca atau berbicara, namun saat mendengarkan itulah kita menunjukkan sikap dan rasa perhatian dan hormat pada Tuhan dan sesama..




Learn more »