Highlight Kegiatan KMKI Karlsruhe

Renungan Bulan Agustus 2019


Hati Nurani sebagai Alarm

Manusia dianugerahi Tuhan hati nurani. Jika kita akan melakukan dosa, hati nurani akan mengingatkan. Seolah-olah ia berkata, "Jangan lakukan itu!" Akan tetapi kalau peringatan hati nurani ini selalu kita tepis dan kita tetap melakukan dosa, maka lama kelamaan suara hati nurani ini akan semakin tidak terdengar. Hati-hati, itulah jerat dosa!

Kesempatan Daud untuk menyingkirkan Saul yang ingin membunuhnya, tanpa disangka-sangka terbuka. Teman-teman Daud mendorongnya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Bukankah Daud berhak membela dirinya dengan menyingkirkan orang yang mengancamnya? Apalagi Tuhan pun sudah mempersilakan Daud untuk berbuat sesuatu yang dipandang baik olehnya. Tetapi Daud tidak menggunakan kesempatan itu. Mengapa? Karena Daud mendengarkan hati nuraninya, maka ia memilih tidak membunuh Saul. Ia merasa tidak berhak menghukum Saul, karena Saul adalah raja yang diurapi Tuhan. Hanya Tuhan yang berhak menghukumnya. Daud tidak berhak menjamahnya.

Apa yang dipandang baik oleh Daud adalah segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi semua orang. Akhirnya Saul pun mengakui bahwa dirinya salah dan Daud benar. Saul juga meminta Daud agar kelak setelah berkuasa tidak membalaskan perbuatan jahatnya dengan membinasakan keturunannya. Mari bersyukur kepada Tuhan untuk hati nurani yang Tuhan berikan sebagai alarm sebelum kita melangkahkan kaki melakukan perbuatan dosa. Maka perlengkapi nurani kita dengan kebenaran firman Tuhan setiap pagi dalam saat teduh, agar ia tetap menyuarakan peringatan kebenaran dari Tuhan
Learn more »

Renungan Bulan Juli 2019


Kitab Suci dan Konstitusi


Pria cerdas-peserta termuda dalam pertemuan penting di bulan September 1787 yang amat menentukan sejarah Amerika Serikat itu-bernama James Madison. Ia mengerjakan banyak hal, mulai dari menggagas sampai dengan menyusun naskah. Selama lebih dari 100 hari ia merenung, membuat catatan, menulis, dan berbicara lebih dari 200 kali untuk menjelaskan prinsip dan pandangannya-yang kelak menjadi konstitusi negara Paman Sam.

Pria bernama Musa menempati peran istimewa dalam sejarah umat Allah. Israel yang dipimpin keluar dari Mesir belum paham apa artinya menjadi umat Tuhan. Tugas utama Musa dalam perjalanan di padang gurun yang penuh tantangan itu ialah sebagai peletak-dasar bagi hukum tertulis-yang kelak menjadi Taurat, hukum tentang bagaimana umat Allah harus hidup di hadapan-Nya. Pendakian naik turun Sinai dan pengasingannya 40 hari di puncak gunung membuktikan betapa seriusnya peran tersebut ia jalankan (ay. 18).

Pernahkah Anda menyadari betapa beruntungnya kita yang kini menggenggam Alkitab dalam bentuknya yang utuh sempurna? Dengannya kita punya landasan dan rujukan bagi hidup keimanan. Serentak sadarilah, kehadirannya sungguh berutang pada banyak penulis yang dengan serius melaksanakan tugas yang diembannya dari Tuhan. Semoga tatkala mengenang jasa mereka, kita lebih menghargai Alkitab-yakni dengan membaca, mempelajari, merenungkan, dan mematuhi pesannya.
Learn more »

Renungan Bulan Juni 2019




Tato Sang Yakuza


Shigeharu Shirai (72 tahun), seorang Jepang, berusaha menjalani hidup yang biasa di Thailand. Ia bahkan menikah dengan perempuan setempat. Kemudian pada awal Januari 2018, seseorang memotret tato yang menghiasi tubuhnya seperti baju, mengunggahnya ke media sosial, lalu menjadi viral. Melalui foto tato viral itu, penyamarannya terungkap. Ternyata ia adalah seorang bos Yakuza (mafia Jepang), yang telah buron selama 14 tahun karena terlibat tindakan kriminal. Kemudian ia pun ditangkap kepolisian Thailand dan dipulangkan ke Jepang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Setelah berzinah dengan Batsyeba, ada saatnya ketika Daud berusaha menutupi dosanya. Ia meminta Uria kembali dari medan perang untuk tinggal bersama istrinya sehingga kehamilan Batsyeba akan terkesan wajar. Ketika Uria tidak menjalani skenario Daud, ia pun dibunuh dengan siasat yang keji. Lalu, nabi Natan datang dan memperingatkannya. Akhirnya, Daud mengakui kesalahannya (2Sam. 12:13).

Sekalipun untuk beberapa saat Daud sepertinya berhasil menutupi dosanya, ia mengungkapkan bahwa saat itu ia sangat menderita, termasuk secara fisik (ay. 3-4). Setelah mengakui dosanya, ia mendapatkan pengampunan, walau tentu saja masih harus menanggung akibatnya. Namun, ia sudah berbahagia (ay. 1, 2).

Sepandai-pandainya orang menyimpan bangkai, baunya pasti tercium juga, kata sebuah pepatah. Karenanya, jika kita sadar telah berbuat dosa atau kesalahan, hal terbaik untuk dilakukan adalah mengaku salah dan bertobat.
Learn more »

Panitia Kerja KMKI Karlsruhe Periode 2019/2020



Panitia Kerja KMKI Karlsruhe  Periode 2019/2020

Atas: Samuel, Andreano, Elisa, Valdy, Kay, Putri, Edward
Bawah: Agustin, Ryan, Kevin, Aylmer, George

Koordinator


Aylmer Sulaiman
Nama mahasiswa Wirtschaftsingenieurwesen yang satu ini memang sudah tidak asing lagi di Karlsruhe. Selain pernah menjabat sebagai Sie Pendidikan dan Publikasi, Aylmer pun pernah meorganisir event-event besar mahasiswa Indonesia di Karlsruhe. Kali ini pecinta sepak bola dan gym ini kembali menjabat di Panitia Kerja KMKI Karlsruhe sebagai Koordinator. Selamat bertugas Aylmer!


Patricia Putriningsih Pesahnia Djami
Mungkin anak anak baru lumayan asing dengan muka ini padahal perempuan ini yang bernama Putri sangat aktif loh di KMKI Karlsruhe. Sekarang dia menjadi ketua KMKI Karlsruhe untuk 1 periode ke depan. Putri ini sudah lama menjadi keluarga KMKI Karlsruhe, oleh karena itu sudah tidak diragukan lagi kedekatannya dengan orang2 KMKI Karlsruhe. Dia juga sebentar lagi berkeluarga lohh, mari teman2 kita doakan kelangsungan pernikahannya dan juga tentunya kepengurusannya kali ini. Semangat  mengurus KMKI Karlsruhe, Putri!


Sekretaris


George Sebastian Tay
Teman kita yang satu ini namanya George Sebastian. Pribadi George yang kita kenal adalah seseorang yang super rajin, pinter banget dan eager to learn, terutama dalam beroganisasi. Gimana nggak..,setelah dia menyelesaikan tugasnya sebagai Bedahara kepengurusan kmki Karlsruhe tahun lalu, kini dia mengambil jabatan sebagai Bendahara di KMKI MWD untuk tahun 2019-2020. Keren ya kiprahnya?!
Walaupun demikian George tetap setia mengurus rukun Karlsruhe dan mengambil peran sebagai Sekretaris KMKI untuk masa jabatan satu tahun kedepan. Hal kembali dia lakukan karna ketertarikannya untuk belajar banyak hal dalam beroganisasi. Kita doakan semoga George mendapat banyak ilmu bermanfaat dan dapat bekerja dengan baik dalam mengemban tanggung jawab dari setiap jabatan yang dia miliki saat ini. Semangat dan selamat bekerja ya George!


Bendahara


Mikha Fidelia Yusanda
Mikha Fidelia Yusanda atau biasa dipanggil Kay merupakan sosok yg sudah tidak asing lgi di masyarakat KMKI KA. Setelah lama tidak menjabat sebagai PK KMKI KA kali ini Kay memutuskan untuk comeback sebagai bendahara. Dengan pengalaman dan pengetahuan nya yg ditempa slama berkuliah W.ing di KIT sudah tidak diragukan lagi kalau di tangan Kay keuangan KMKI KA akan lancar dan aman. Selamat menjalankan tugas jadi bendahara KMKI Kay!



Seksi Liturgi


Laurentius Valdy
Lelaki bernama valdy ini sudah tidak asing lagi di Karlsruhe. Postur tubuh yg tinggi serta sifatnya yang ramah terhadap semua orang sangat sulit dilewatkan. Valdy juga orang yang sangat mudah untuk berteman dengan siapa saja, tapi agak sulit untuk melangkah lebih jauh ?. Dalam hal berorganisasi Valdy juga punya pengalaman yang banyak dan track record yg baik. Kali ini Valdy akan mencoba peruntungan di bidang rohani untuk memperbaiki kesehatan hati nya dan juga membimbing teman – teman di Karlsruhe ke jalan yang benar.



Seksi Akademis 


Kevin Aditya Basri
Cowok keren yang satu ini sudah tidak asing lagi di mata dan telinga Rukun Karlsruhe dan sekitarnya. Dialah Kevin Aditya Basri. Setelah lebih kurang setahun menjabat sebagai Koordinator KMKI Karlsruhe periode 2018/2019, Basri kembali terpilih untuk mengemban tugas sebagai Seksi Pendidikan, berdampingan dengan Samuel. Selain mahir dalam bidang masak-memasak, Sang Masterstudent jurusan Teknik Kimia ini juga memiliki ide-ide kreatif, yang pastinya akan dapat mewujudkan kegiatan-kegiatan KMKI Karlsruhe yang super unik, asyik dan tentunya mendidik. Selamat berkarya dalam kasih Tuhan bagi seksi pendidikan kita.


Samuel Davin Santosa
Wajah baru kali ini adalah salah satu Alumnus CC'16 dan berasal dari Studienkolleg Kassel. Sempat membantu di KMKI Hessen, calon Maschinenbauer KIT ini memulai debut perdananya sebagai seksi akademis untuk KMKI Karlsruhe kepengurusan tahun 2019/2020 bersama dengan partnernya, Kevin Aditya Basri. Mari kita tunggu acara-acara yang menarik dan tentunya bermanfaat oleh kolaborasi Samuel x Basri! Selamat berkarya, Sam!





Seksi Publikasi

Agustin
Lelaki kece yang murah senyum bernama Agustin ini sudah dari sejak pertama kali datang ke Karlsruhe terlibat dan aktiv didalam KMKI:
Tak heran, setelah memutuskan akan berkuliah Wirtschaftsingineuerwesen di KIT, ia juga menjadi warga KMKI KA dan sekaligus langsung menjadi Seksi Edukasi bersama partnernya Valdy.
Namun kini periode baru sudah datang, dan Agustin mengemban jabatan baru yakni Seksi Pubdok bersama partner partner barunya yaitu Elisa dan Edward.
Mari kita doakan Agustin sukses dalam hal kuliahnya dan juga dengan kontribusinya di KMKI


Edward Sugiharto Kusumowidagdo
Edward Sugiharto, alumnus Kolese Loyola. Setelah menghilang dalam persembunyian nya, lelaki  yang kita kenal dengan Edward ini siap melayani sebagai sie. Publikasi lho guys! Dengan ilmu pokok kimia murni yang telah diemban selama 6 semester sekarang ini, tidak disangka dibalik persembunyiannya Edward memiliki segudang bakat. Mulai dari fotografi, hingga tenis meja. So, tunggu apa lagi gengs, mari kita berikan dukungan yang terbaik untuk Edward!



Elisa Surjoseputro
Elisa is a beautiful, charming young lady (and also a big fan of Gudetama;) ) 
She has a great sense of taste, and an incredible cook. Her hands are simply magical for being able to prepare and serve so many tasty dishes.
She's also the person you should consult to when planning a food tour, because she just knows it all ;)
Her ability to plan and organize is something priceless. She knows how to estimate the timings very well and knows what to expect out of her plan, but still  able to flex things out, when it doesn't go as planned.
Also She's a great writer. Her blog is as interesting as her personality (see: https://elichewing.wordpress.com/). 
With all her skills, We are sure that she will thrive and do great as our Blog-admin.




©KMKIKA 2019
Learn more »

Renungan Bulan Mei 2019


Pemberian Terakhir

Saya tak pernah lupa dengan teladan yang diberikan oleh Franky, seorang pemimpin kelompok sel, ketika kami masih muda. Dalam kondisi uang yang cukup hanya untuk sekali makan, seorang pemuda mengeluh karena uangnya habis. "Tak ada lagi uang buat makan malam, Kak!" ujar pemuda itu. Tanpa banyak berpikir, Franky lalu mengajaknya ke warung tenda, lalu makan berdua dengan lauk sederhana. "Yang penting malam ini kamu makan, besok kita pikirkan solusinya, " ucap Franky.
Kitab Suci mencatat pergumulan yang dialami seorang janda di Sarfat. Dalam kondisi sangat terbatas, dimana tepung dan minyak di rumahnya hanya cukup untuk sekali makan, Elia meminta roti. Janda tersebut bisa beralasan, "Minta saja orang lain, nanti kami tidak bisa makan dengan kenyang kalau sebagian diberikan kepada Anda." Namun, janda tersebut lebih memercayai perkataan Elia daripada menuruti pertimbangan logikanya. Hasilnya, ia dan anaknya bukan hanya bisa makan kenyang satu kali, melainkan terpelihara selama beberapa waktu. Tepat seperti perkataan Elia, sang janda itu mengalami mukjizat: tepung dan minyak yang tak habis-habis!
Terkadang Tuhan izinkan umat-Nya mengalami kondisi dan situasi seperti janda di Sarfat itu. Dalam kondisi terbatas, bahkan kekurangan, orang cenderung "cari aman" demi kebutuhannya terpenuhi. Namun di hadapan Tuhan, ketika ia melihat ada kerelaan untuk menaati firman-Nya dan mendahulukan kepentingan orang lain, maka Ia takkan segan untuk memberkati kehidupan orang tersebut dengan limpahnya.
Learn more »

Hoepfner BrauereiTour


Para Peserta Ekskursi

      Apabila ada orang asing yang bertanya tentang sesuatu yang terkenal dari Jerman, apa yang muncul dalam pikiran kalian? Biasanya orang akan menjawab seputar klub sepak bola, merk-merk mobil bergengsi, sifat disiplin masyarakatnya, atau mungkin sejarah kelamnya. Tetapi bagi kita yang berada disini dengan tujuan studi, mungkin akan menjawab lebih tentang kuliahnya yang menantang, bahasanya yang sulit dipelajari, makanannya yang terasa hambar, dan lain-lain. Untungnya, Jerman juga terkenal akan kenikmatan bir dan harganya yang relatif murah. Jadi, bagi yang sedang stress belajar, bisa mencoba sedikit bersenang-senang dengan meneguk bir asli Jerman. Asyik bukan?

      Nah, kebetulan sekali di Karlsruhe ada sebuah pabrik pengolahan bir atau Privatbrauerei yang berlokasi di Haid-und-Neu-Straße 18, dan kali ini KMKI Karlsruhe mengadakan tour ke Privatbrauerei Höpfner Karlsruhe untuk melihat sekaligus belajar mengenai bahan-bahan alami, proses-proses serta mesin-mesin yang digunakan untuk membuat bir tersebut. 

      Kurang lebih pukul 14.00 kami memulai tour di sebuah pabrik yang menyerupai kastil tersebut. Disana, kami bersama dengan para pengunjung lainnya dipandu oleh seorang tour guide. Sesampainya di ruangan pertama, kami disuguhkan beragam jenis Malz atau biji-biji gandum yang sudah dikeringkan, mulai dari Münchener, Weizenmalz, Gerstenmalz, Caramel-Malz dan juga Farbmalz. Perbedaan jenis Malz tersebut terletak pada perbedaan suhu saat pengeringan yang nantinya berpengaruh pada manis/pahitnya suatu bir. Selain dari Malz, ada juga Hopfen yang menjadi kunci dari aroma bir. Selanjutnya kami juga dijelaskan secara garis besar bagaimana dari biji-bijian utuh hingga akhirnya menjadi minuman beralkohol.

Kastil Hoepfner
Beragam Jenis Malz
      Setelah itu kami dipandu ke sebuah ruangan yang berisi bejana-bejana perunggu yang besar. Bejana-bejana tersebut digunakan untuk proses brewing, dimana Malz dicampur dengan air dan dipanaskan dengan suhu dan tekanan tertentu. Hidrogen sulfida yang dihasilkan dari proses tersebut akan dibuang dengan cara mereaksikannya dengan perunggu dari bejana. Kami juga dilarang untuk menyentuh bejana-bejana tersebut, karena keringat yang dihasilkan dari tangan dapat merusak lapisan perunggu.

      Kemudian kami berjalan menuju ruang penyaringan yang digunakan untuk memisahkan bir dari ampas Malz . Sayangnya, ruang tersebut diberi sekat kaca sehingga kami hanya dapat melihat dari jauh bak-bak penyaringan tersebut. Kami juga dipersilahkan untuk melihat mesin-mesin yang digunakan untuk mendinginkan bir sebagai hasil akhir dari proses pengolahan. Tidak semua ruangan yang kami kunjungi tersebut luas, sehingga kadang-kadang kami masuk bergantian atau berdesak-desakan dengan pengunjung lain. Untungnya, tour guide pabrik tersebut cukup baik dan sabar menjelaskan proses-proses dan mesin-mesin pembuatan bir, serta memberikan arahan kepada kami.

Ruang Bejana-Bejana Perunggu

Ruang Penyaringan Bir

      Setelah puas dan lelah menjelajahi isi pabrik, kami dipersilahkan untuk mencoba (atau lebih tepatnya membeli) produk bir dari Höpfner sambil menikmati kudapan Brezel dan quatschen. Kami pun juga mendapatkan gelas bir Hoepfner sebagai souvenir.   

      Terima kasih untuk seksi akademis yang sudah mengadakan acara ini. Sampai bertemu di lain waktu. Prost!

Learn more »