Highlight Kegiatan KMKI Karlsruhe

Renungn Bulan Oktober 2017

Perlu Waktu untuk Bertumbuh

Kita harus menyatakan hal-hal yang benar dengan hati penuh kasih, sehingga dalam segala hal kita makin lama makin menjadi sempurna seperti Kristus, yang menjadi kepala kita. —Efesus 4:15 BIS


Pada hari pertamanya di kelas prasekolah, si kecil Charlotte diminta untuk menggambar dirinya sendiri. Gambarnya sangat sederhana—badan bulat, kepala oval, dan dua bulatan mata. Kemudian pada hari terakhirnya di kelas itu, Charlotte kembali diminta untuk menggambar dirinya. Kali ini ia menggambar seorang anak perempuan kecil dengan baju warna-warni, wajah penuh senyum dengan garis-garis yang jelas, dan rambut merah panjang yang terurai dengan indah. Sekolah itu menggunakan sebuah tugas sederhana untuk menunjukkan bagaimana seorang anak bertumbuh dewasa seiring waktu.

Kita sadar bahwa anak-anak perlu waktu untuk bertumbuh, tetapi kita sering tidak sabar terhadap pertumbuhan diri kita atau terhadap saudara seiman yang kerohaniannya bertumbuh dengan lamban. Kita bersukacita ketika melihat “buah Roh” (Gal. 5:22-23) dalam hidup orang lain, tetapi menjadi kecewa ketika mereka memilih mengikuti jalan yang berdosa. Penulis kitab Ibrani berbicara tentang hal itu dalam suratnya kepada jemaat: “Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah” (Ibr. 5:12).
Hal-hal benar yang diucapkan dengan hati penuh kasih dapat membawa kita semua pada kedewasaan dalam Kristus.

Dalam kerinduan kita untuk bersekutu dengan Tuhan, marilah kita terus saling mendoakan dan dengan sabar mendampingi saudara-saudari seiman kita yang masih bergumul dengan pertumbuhan rohani mereka. Dengan “menyatakan hal-hal yang benar dengan hati penuh kasih,” marilah terus menguatkan satu sama lain, agar “dalam segala hal kita makin lama makin menjadi sempurna seperti Kristus, yang menjadi kepala kita” (Ef. 4:15 BIS).
Tuhan, kami mengasihi-Mu! Dalam perjalanan kami bersama-Mu, tolonglah kami untuk rela dikuatkan dan menguatkan sesama.

Sumber: santapanrohani.org
Learn more »

KMKI Karlsruhe vs. Escape Room

Exkursion : Escape Room Karlsruhe

Peserta Escape Room

Di hari yang sama dengan acara „Tutorium ANP“ , sie akademis KMKI Karlsruhe juga mengadakan ekskursi „Escape Room“ yang berlokasi di Escape Room Karlsruhe. 

Ekskursi ini diikuti oleh 16 peserta yang dibagi menjadi 2 tim. Setiap tim akan terjebak di dalam ruangan dan mereka harus berusaha keluar dari ruangan itu dengan batas waktu 55 menit. Permainan ini sangat menarik dengan 2 tema ruangan yang berbeda yaitu Winterschloss dan Piraten. Kedua tim ini nantinya akan dilombakan, siapa yang lebih cepat membebaskan diri maka akan mendapat hadiah kecil dari sie.akademis KMKI Karlsruhe. Walau cuaca kurang cerah saat itu, antusiasme dan sifat kompetitif dari semua peserta sangat terasa sehingga membuat acara ekskuri ini semakin menarik.

Learn more »

Tutorium Aufnahmeprüfung KMKI WS17/18

Tutorium Aufnahmeprüfung KMKI WS 17/18






Pada hari Sabtu,02.09.2017 sie.akademis KMKI Karlsruhe mengadakan Tutorium Aufnahmeprüfung (ANP). Peserta yang menghadiri Tutorium ini hanya 2 orang, memang pada semester kali ini orang Indonesia yang mendaftar tes Studienkolleg KIT tidak sebanyak semester sebelumnya. 

Selama tutorium ini kami mengadakan simulasi tes Mathematik dengan menggunakan waktu agar para peserta bisa membiasakan diri dengan situasi tes yang sesungguhnya dan setelah itu diadakan juga diskusi bersama untuk membahas soal-soal yang tadi dikerjakan dipimpin oleh tutor Ryan Reinaldo. Tutorium ini berlangsung selama 3 jam dan setelahnya pun antusias para peserta masih terasa dengan sesi tanya jawab santai mengenai kehidupan perkuliahan di Jerman atau lebih tepatnya di Karlsruhe. 

Kami berharap semoga Tutorium ini bermanfaat untuk kedua peserta dan mereka bisa menempun pendidikan di Karlsruhe.

Seriusnya tutor dan peserta dari Tutorium kali ini

Learn more »

Renungan Bulan September 2017

Terlalu Panik?

Yesus meredakan badai beserta murid-Nya yang ketakutan

Baca: Markus 4:35-41

... Lalu murid-murid- Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya, “Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?” (Markus 4:38)
Hari itu ibu saya sakit perut. Setelah beberapa jam meminum obat, sakitnya tidak kunjung reda. Ibu tampak panik. Melihat hal itu, kami sekeluarga berusaha untuk menenangkannya. Beberapa saat kemudian, beliau mulai menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.

Pada waktu petang hari, setelah mengajar orang banyak, Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk bertolak ke seberang. Mereka lalu naik perahu beserta Yesus (ay. 35-36). Diluar dugaan, mengamuklah topan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu sehingga perahu itu mulai penuh dengan air (ay. 37). Murid-murid begitu ketakutan, lalu membangunkan Yesus yang ternyata sedang tidur di buritan beralas sebuah tilam. Mereka berkata, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” (ay. 38). Yesus bangun lalu meredakan angin dan menenangkan badai (ay. 39).

Murid-murid merasa ketakutan sekalipun Yesus beserta mereka. Kita pun sering kali bertindak seperti para murid. Kita begitu panik, bingung, dan khawatir menghadapi tantangan di depan, padahal kita tahu Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Rasa panik membuat kita memandang masalah jauh lebih besar dari seharusnya. Ingatlah, sebesar apa pun sebuah tantangan, kuasa Yesus jauh lebih besar. Yesus berkata, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (ay. 40). Marilah kita meletakkan kepercayaan kepada Yesus, Tuhan yang sanggup meredakan setiap badai hidup dan memberikan ketenangan bagi jiwa.

BERSAMA YESUS, KITA DAPAT TETAP TINGGAL TENANG 

sumber : www.renunganharian.net
Learn more »

Pleno Tengah Tahun KMKI Jerman di Karlsruhe!

Pleno Tengah Tahun KMKI Jerman di Karlsruhe!



Pada hari Sabtu, 19 Agustus 2017 kemaren Karslruhe mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah dari rapat pleno tengah tahun yang diadakan setiap tahunnya oleh KMKI pusat. 
Ayam Woku khas KMKI Karlsruhe
Meski dengan banyaknya agenda dan bahasan, rapat pleno berjalan dengan peserta rapat yang sangat antusias dari pukul 1 siang hingga 9 malam! Ayam Woku dan dessert Tiramisu sebagai makan malam nampaknya cukup untuk mempertahankan energi para peserta rapat kemarin. Setelah rapat, peserta kemudian berbondong-bondong untuk menonton Schlosslichtspiel. Akhirnya pada hari minggu para peserta pun kembali ke kota masing-masing.

Semangatnya peserta PTT dalam rapat

Learn more »

Renungan Bulan Agustus 2017

Pengujian

Ayat bacaan: 2 Korintus 13:5

 ====================== 
"Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji." Untuk bisa mengetahui mutu dari sesuatu diperlukan proses uji. Kita akan sulit mengetahui kemurnian, keaslian, kecakapan, ketahanan, kekuatan, keamanan dan berbagai kualitas lainnya yang terkandung dalam sebuah produk tanpa melalui pengujian. Bagaimana dengan iman? Alkitab mengatakan bahwa untuk hal keimanan juga diperlukan pengujian. Mari kita lihat apa yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat di Korintus. Paulus berkata seperti ini: "Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji." (2 Korintus 13:5). 

Renungan

Pertama-tama yang harus kita pahami adalah bahwa kemurnian iman merupakan sesuatu yang harus kita jaga dan perjuangkan seumur hidup. Jika dulu kita pernah hidup dengan iman yang teguh, bukan berarti bahwa selamanya kita akan tetap begitu. Bisa saja pada suatu ketika iman kita lemah, dan kalau kita tidak menyadarinya iman kita akan terancam bahaya dan itu akan merugikan kita sendiri. Kemudian, kita juga harus memastikan bahwa kita belum atau tidak bergeser dari identitas diri kita sebagai manusia baru dalam Kristus. Jika kita lupa akan hal ini maka kita mudah dipengaruhi oleh rupa-rupa godaan yang dihadirkan dunia. Itu jelas akan membuat identitas kita kabur bahkan kemudian mengembalikan kita pada identitas lama, sebagai manusia berdosa yang harus menghadapi konsekuensi murka Allah. Masalahnya, kita sering lengah dan tidak sadar bahwa iman kita sudah tercemar, fokus kita sudah bergeser dan identitas kita meredup. Karena itulah kita butuh menguji diri kita sendiri. Apakah kita masih berjalan sesuai Firman Tuhan, dalam kebenaran, apakah Yesus masih tinggal dalam diri kita atau tidak, itu merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu tetaplah rajin memeriksa, menguji diri sendiri secara rutin. Akan jauh lebih mudah memperbaikinya selagi masih ringan sebelum kerusakan semakin bertambah parah dan sudah terlanjur sulit untuk diperbaiki.

Sumber :
 http://www.renunganharianonline.com/
Learn more »

FOOD HUNTING! : SEOUL Dosirak, Karlsruhe

Hallo semua,

saya Elisa, atau dikenal juga dengan hashtag #elichew yang sering bikin followers yang sebetulnya nggak banyak ngiler dengan foto-foto makanan, self-proclaimed local food critic dari Karlsruhe :))
Kali ini saya mau share hasil saya berburu makanan Korea di Karlsruhe. Pertama, Seoul DOSIRAK ini sebetulnya masih “saudara” sama Seoul Korean Food & Sushi di Pforzheim. Kedua, restoran ini adalah restoran Korea pertama di Karlsruhe. Begitu masuk, berasa banget deh kalo udara nya beda. Terakhir kali ke tempat ini, saya disambut dengan OSTnya Goblin yang dinyanyiin sama Roy Kim. Baper deh kebayang mukanya Gong Yoo…😀  *maaf salah fokus*

Okay, back to topic. Food review!

My favorite sampai hari ini sih Dakgangjeong (ayam goreng saus pedas ala Korea)-nya yah. Crispynya, pedasnya, manisnya, gurihnya, semua pas banget! Jadi Dakgangjeong ini bisa dipesan dalam bentuk Cupbap, disajikan dalam porsi kecil dengan side dish salad, atau dalam bentuk dosirak atau yang biasa dikenal dengan bento atau lunch box, disajikan dengan 4 macam side dish. Sayangnya side dish Kimchi harus dipesan secara terpisah😤

Gimana bulgoginya? Hmm.. sayangnya saya nggak punya berita bagus buat kalian. Sebagai pecinta dan penyembah dewa bulgogi, saya kecewa sama bulgoginya. Bahkan temen saya bilang, “Ah.. Bulgogi bikinan kak Elisa waktu itu lebih enak” *taktakdungtess* Tastenya agak terlalu bland buat lidah saya. Asinnya kurang, rasa madunya juga kurang. Basically kurang intens bumbunya. Tapi untuk bibimbapnya in general, cukup enak kok tastenya.

Untuk kalian yang penasaran sama Hausgemachte Limonade di tempat ini, I tell you, it tastes like 7up atau Sprite with lemons! I’d rather order Milkis than that sih. Ini personal preference yaaa tapi..
IMG_9477

Look at how sexy these kimbaps are! Agak nggak percaya gitu sih kalau iPhone butut saya ternyata bisa menangkap keindahan dari Classic Kimbap yang satu ini. Kimbap yang isinya cuma sayur ini, entah kenapa rasanya enak banget. Light and fresh gitu, kayaknya karena timunnya agak banyak. Pickled radishnya juga bikin enak banget, yang kuning-kuning itu loh.

IMG_9485

Di restoran ini, ada satu appetizer yang belom pernah masuk ke kamus Elichew. Mandu (alias Gyoza), Ebi Tempura dan Edamame pernah denger lah ya pasti. How about Gimmari?😁

Gimmari ini adalah rolled seaweed stuffed with spiced glass noodles yang ditepungin dan digoreng. Agak pedes dikit sih bumbu glass noodlenya, tapi enak banget!

IMG_9692

Semoga hasil Elichew berburu kali ini membawa informasi buat kalian semua. Next time kalo saya sempet kesini lagi, saya pengen coba Dwaeji Bulgoginya sih.

Love,
Elichew💓

Where is it?

Seoul DOSIRAK – Leopoldstr. 7, Karlsruhe
FB : http://www.facebook.com/seoulinkarlsruhe
IG :  @seoulinkarlsruhe

Price Range:

Appetizer : 3,5€ – 5€
Main Course (Dosirak, Bibimbap) : 7.5€ – 8,5€
Kimbap: 5€ – 6 €
Cupbap: 5€

Elichew’s Overall Rating : 3.9/5

Source : https://elichewing.wordpress.com/2017/07/31/seoul-dosirak-karlsruhe/
Learn more »

Renungan Bulan Juli 2017

Kepercayaan

Bacaan: Mazmur 4:1-9

Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman. (Mazmur 4:9)

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 72-77

Awal Juni 2016, saya berada di pesawat Cathay Air, dalam penerbangan pulang ke tanah air. Saya menikmati penerbangan selama 22 jam itu—bisa makan, minum, bahkan tidur dengan santai. Mengapa? Sebab saya percayakan sepenuhnya perjalanan saya kepada pilot yang mengendalikan pesawat, teknisi yang bertanggung jawab merawat dan menjaga keselamatan penumpang, serta kru pesawat yang melayani para penumpang dengan baik. Ya, saya tenang karena percaya dan pasrah sepenuhnya. Saya pun bisa menikmati seluruh perjalanan sembari menulis naskah ini, walau saya tidak melihat pilot, teknisi, operator pengendali sistem penerbangan, yang sibuk bekerja mengantar saya pulang ke Indonesia.

Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk menyerahkan hidup dengan segala risiko, tantangan, serta hambatan yang akan kita hadapi di masa depan. Sebab, Tuhan sudah, sedang, dan akan mengendalikan hidup serta masa depan kita. Sekalipun kita tidak melihat secara fisik kehadiran Tuhan, tetapi percaya dan berserah sepenuhnya adalah kunci utama menjalani perjuangan hidup dengan tenang dan nyaman. Kalau pada pilot dan operator penerbangan saja kita bisa pasrah, betapa bodohnya jika kita tidak mampu memasrahkan hidup kepada Tuhan, Sang Pencipta dan Pemelihara setia hidup kita. Bukankah kekhawatiran tak menambah sehasta pun pada umur kita? Ayo berhenti khawatir agar kita lebih produktif berkarya bagi kemuliaan-Nya. Sambutlah hari dengan antusiasme, sebab Tuhan sang kekasih jiwa pasti memelihara.
—SST/www.renunganharian.net

AMAN DAN NYAMANLAH JIWAKU, SEBAB TUHANLAH PENJAGAMU
DIA TAKKAN TERLELAP, WALAU SEDETIK PUN
Learn more »