Serial Tata Gerak Liturgi dalam Perayaan Ekaristi (Part 5)

MENEBAH DADA

Sebelum membaca artikel ini, mari merenungkanayat berikut dari Lukas 18:9-14 ini:

18:9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: 18:10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 

18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

***

Betapa indahnya Perayaan Ekaristi.. Dalam bagian tobat, umat Katolik mengakui dengan kerendahan hati mengakui dosa-dosa dan kelalaian mereka di hadapan Tuhan dan sesamanya.. Mengapa kita harus malu mengakui bahwa kita telah berdosa? 

Kita berdoa, "Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian bahwa SAYA TELAH BERDOSA dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian..."

"SAYA BERDOSA, SAYA BERDOSA, SAYA SUNGGUH BERDOSA" Pada bagian ini kita semua menebah dada.. Mengapa? Karena dengan rendah hati dan rasa menyesal yang mendalam kita mengakui dosa kita.. Maka, jangan asal-asalan mengucapkan doa Saya Mengaku..!

Lalu kita semua menyanyikan Lagu Tuhan Kasihanilah Kami dengan syahdu.. Kita memohon belas kasih Tuhan karena kita semua ini berdosa.. Imam menutup tobat ini dengan mengatakan "Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal".

Pengakuan ini, jika dilakukan dengan disposisi batin yang benar, dapat menghapuskan dosa-dosa ringan (KGK 1434-1439), sehingga kita layak untuk mengikuti Perjamuan Tuhan dan menerima Tubuh dan Darah Kristus. -- dosa berat tetap harus diakui dalam Sakramen Tobat terlebih dahulu (KGK 1456)