Natal

Natal, hari yang sangat berarti bagi kita, kaum kristiani, karena saat itulah kita merasakan Tuhan hadir dalam wujud manusia, Tuhan mau menempatkan diri-Nya sebagai manusia mahluk yang lemah ini, agar kita manusia bisa melihat, bisa mengerti, bisa untuk mengikuti kehendak Allah Bapa.

Dengan mengambil rupa sebagai manusia, kita bisa lebih mengerti, kita lebih bisa mengenal, kita lebih bisa merasakan sentuhan Tuhan dan kita manusia yang selalu menggunakan pikiran dalam segala hal bisa mengerti bahwa ada hal yang tidak bisa masuk dalam pikiran kita, kita tidak bisa mengerti Tuhan, untuk itulah Tuhan mau menjadi manusia, biar kita ini bisa mengerti mengenai Dia.

Mengapa Dia tidak mengutus malaikat-Nya untuk menebus dosa kita, untuk menyapa kita, untuk memberitahukan kehendak Allah Bapa kepada kita manusia ? Tidak lain karena ke-CINTA-an Allah Bapa kepada umat-Nya, Dia mau agar kita selamat, agar kita merasakan betapa besar KASIH-NYA dan juga kita bisa untuk saling mengasihi seperti yang telah Ia contohkan kepada manusia. Hanya dengan Tubuh dan Darah-Nya kita bisa selamat, dan kita sebagai manusia sudah sepantas dan selayaknyalah berterima kasih dan mengimaniNya.

Saat ini kita merayakan kelahiranNya, kita mengenang kembali perjalanan dari Bunda Maria disentuh oleh Roh Kudus, kita melihat bagaimana RENDAH HATI Bunda Maria, bagaimana Maria melaksanakan kehendak Allah Bapa dengan menggunakan dengan baik sekali kehendak bebas yang Ia punyai, dan dalam perjalanan kelahiran Yesus kita mesti lihat pula betapa tokoh Yohanes Pembabtis dengan gigih mempersiapkan kedatangan Yesus, betapa rendah hatinya ia, dengan ia sadar bahwa ia bukan mesias, dan tidak pernah ia membagakan dirinya, ia malah menasehati kita semua bahwa akan datang Sang Juruselamat yang akan membabtis kita dengan Roh Kudus, lihatlah betapa baiknya tindakan Yohanes yang tidak mau mengagungkan diri sendiri, tapi malah Ia merendahkan dirinya dan melaksanakan dengan baik kehendak Allah Bapa.

Saat ini, kita telah melihat, kita telah mendengar, kita telah mengerti untuk apa kedatanganNya, tapi apakah kita sudah melaksanakan kehendak Bapa yang telah ditunjukkan- Nya, apakah kita sudah mengimani kehidupan Yesus di dunia ini, dengan mengikuti ajaranNya, apakah kita masih terkotak-kotak, masih menganggap diri menjadi paling benar, berani menghakimi orang lain, dengan menyatakan orang lain berdosa, apakah kita tidak sadar bahwa kita ini adalah orang yang berdosa ? apakah kita ingin menjadi ahli-ahli taurat dan juga orang-orang farisi yang hanya menilai perbuatan orang, ataukah kita mau menjadi domba yang mengikuti gembala sejati yakni Yesus sendiri.

Apakah kita benar mencintai ? apakah kita benar mengimani dengan mengatakan kita ini umat kristiani tetapi kita tidak bersahabat dengan orang dari kaum agama lain, apakah kita benar mencintai jika kita hanya mencintai seseorang karena orang itu mencintai kita ? apakah kita total mencintai Yesus, dengan segalanya berpasrah kepadaNya ataukah kita maish mempunyai dewa-dewa lain dalam kehidupan sehari-hari, apakah kita benar-benar menerapkannya ataukah jika kita ada kesusahan baru mengingat-Nya ?
Bagaimana cinta yang total itu ? Saya sendiri tidak bisa menuliskan bagaimana, tapi saya coba menuliskannya, dan ini saya alami baru-baru ini, ada kalanya cinta itu tidak bisa kita pikirkan, biarkan hal itu kita rasakan, biarkan kita rasakan cinta itu tumbuh, karena cinta itu adalah karunia Tuhan, dan janganlah ada batasan, jangan ada kebimbangan, jangan ada perbandingan, jangan ada kekawatiran dalam mencintai, lihatlah Yesus yang mencintai Bapa-Nya apakah ada sesuatu yang lebih penting dari itu, apakah cobaan-cobaan iblis yang ditawarkan kepadaNya, Ia lakukan ? tidak bukan, tidak ada lagi yang lebih penting daripada Bapa, tidak ada yang lebih dari pada Dia mencintai Bapa-Nya, dan disitu pula kita lihat bagaimana Dia mencintai kita manusia, dengan mau lahir di dunia ini, apalah arti kita manusia hina ini, sehingga Yesus mau hadir di dunia ini, hanya karena cinta yang total itulah kita bisa hidup sampai saat ini.

Dalam setiap natal, kita bisa mengerti bahwa saat inilah saat kita untuk selalu tabah, kita mesti SABAR dalam menunggu kedatangan-Nya kemballi ke dunia ini, kita mesti benar-benar mau menantikan, dan juga dalam penantian itu kita bisa melihat diri kita, apakah kita sudah layak untuk menantikan kedatangan-Nya, apakah diri kita sudah siap ? apakah diri kita sudah melakukan kehendak Bapa dalam kehidupan kita, apakah kita sudah saling mengasihi, saling mencintai.

Sabar berarti kita setia menantikan, dan juga tetap berpegang teguh dalam iman kita, kita setia akan Yesus, dalam hidup ini kita akan penuh cobaan dan Yesus pun mau agar kita selalu berdoa kepada Bapa, doa yang diajarkan kepada kita adalah suatu Doa yang Sempurna, di dalam DOA BAPA KAMI, kita bisa mengerti bahwa kita ini lemah dan dalam doa tersebut kita pasrah kepada Bapa, menyerahkan kehidupan kita agar Allah Bapa menuntun kita, dan kita pun mesti berbuat sesuai kehendakNya.

Akhir kata, "Selamat Menantikan Kedatangan Yesus kembali, ingatlah hanya Allah Bapa yang mengetahui kapan Yesus akan kembali", Hendaklah kita saling mengasihi dan dengan kesabaran, kesetiaan serta cinta yang total kita siapkan diri kita untuk menantikanNya kembali.

Sie liturgie


dari pondok renungan