KMKI Wochenende 2011 di Prinzbach


Prinzbach, kami kembali lagi!!!!
Setelah beberapa lama KMKI Karlsruhe tidak melakukan kegiatan di Prinzbach, maka tahun ini
KMKI Karlsruhe kembali datang ke Prinzbach dan mengadakan acara KMKI WOchenende di sana. Tanggal 28-30 Okt 2011 yang lalu
para anggota serta sahabat KMKIKA berkumpul di sebuah rumah di Prinzbach dan kami melewati akhir pekan kami di sana. Dimulai dengan
sebuah Vortrag yang dibawakan oleh sahabat kita Vincent Arthur Siauw tentang pembuatan Lebenslauf alias CV. Malam itu juga kami dibagi dalam
beberapa kelompok dan diwajibkan untuk membuat CV per kelompok.

Keesokan harinya, setelah sarapan dilanjutkan lagi dengan Vortrag tentang Vorstellungsgespräch. Di sini kita juga melakukan simulasi bagi mereka yang ingin mencoba
melakukan Vorstellungsgespräch. Dilanjutkan dengan makan siang kemudian games yang dilaksanakan sambil Wanderung! Naik naik ke puncak gunung tinggi tinggi sekali!
Beberapa games kocak dan seru sudah dipersiapkan oleh panitia yang membuat pesertanya cukup memutar otak dan berkreasi bersama dalam group.

Lelah setelah Wanderung, menu makan malampun sangat luar biasa. Hidangan khas Korea Bulgogi menemani santapan makan malam kami saat itu. Tidak lupa setiap malam diadakan renungan bersama yang dibawakan oleh sie Liturgi.
Renungan pada malam kedua ini berlangsung di luar rumah sambil menyalakan api unggun. Tentu saja sebelum renungan dimulai ada games pembuatan yel2 sambil memutari api unggun ini.
Setelah renungan dan acara api unggun berakhir, sebagian besar dari kami melakukan sedikit perjalanan keluar untuk melihat adanya Schnapsbrennen yang letaknya tidak jauh dari tempat kita menginap.
WE bagi para peserta bukan hanya berarti Wochenende, tapi juga Winning Eleven! Ya, selain ilmu tentang pembuatan CV dan Vorstellungsgespräch yang mereka dapat, para peserta juga menyempatkan diri untuk main games bersama saat malam hari.


Tak terasa 3 hari dan 2 malam telah berlalu. Saatnya kami pulang ke rumah kami masing2 dan kembali melakukan aktivitas sehari2.


Renungan Bulan November 2011



 
hallooo,,

Temen-temen, pernah ga kalian merasa stress bgt cuma buat idup doang, apalagi musim klausur atau lagi ngurus skripsi yang ga selese2. Mohon sama Tuhan biar semuanya cepat berlalu tapi koq ga dijawab –jawab yaa..  Hingga sampailah kita ke tahap dimana kita merasa Tuhan udah tuli sama smua permohonan kita..

Yesus sendiri bahkan harus menghadapi nasib yang lebih tragis. Dia difitnah serta didakwa melanggar hukum agama Yahudi dan harus dihukum mati dengan disalibkan. Yesus aja ampe bertanya, “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang artinya: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”  tapi tetep aja Allah tidak melakukan apapun sehingga akhirnya Yesus meninggal di kayu salib. Bayangin aja kalo kalian itu Yesusnya.. kecewa berat lah pastinya kalian sama hidup ini.

Tetapi bener ga sih Tuhan itu sudah tuli? bener ga sih Tuhan bersikap masa bodo dan ga mau peduli pada harapan dan doa-doa kita? “Jadilah kehendakMU di atas bumi seperti di dalam surga.” Satu kalimat dari Doa Bapa Kami yang  diajarin oleh Yesus kepada kita semua. Dan sebagai orang katolik kita mendaraskan doa itu setiap saat. Jadi kita sebenernya doanya emang suka2 kehendaknya Tuhan mau ngapain kita.. Tapi apakah hanya pas kita dapet sesuatu yang enak, yang nyenengin, yg bikin bahagia, kita bersyukur? Ngga temen2.. dan ini susahnya hidup. Bagaimana kita bisa menerima peristiwa duka, sakit, pedih sebagai suatu anugrahnya juga, dan itu hal yang susah. Tapi Tuhan ga pernah bilang kalo hidup itu mudah loh..

Hidup itu penuh perjuangan dan pertarungan untuk mencari kebenaran. Dan itu ga bisa didapat kalo kita cuma seneng2 doang.. kenapa?? Karna kita ga pernah puas.. Misal sepatu kita udah bejubel, tapi kalo ngeliat sepatu pas lg jalan2 di kota, tetep aja ngiler pgn beli. Kita ga bisa bener2 puas, mungkin puas sesaat tapi setelah itu pengen lagi. Jadi kita  ga pernah bisa puas menerima kenyataan dengan mengandalkan kesenangan2 semata. Jadi bagaimana caranya kita bisa menerima kenyataan yg kita alami skg? Dengan kesepian, penderitaan, duka, ketidakberdayaan dan rasa pedihlah kita bisa belajar untuk menerima kenyataan yang kita alami.

Jadi temen2, mulai sekarang jangan lagi doa biar ga kena bahaya, atau apapun itu yg bikin setress, karena itulah yg membuat kita bisa lebih berkembang..

Ini doa yang mustinya temen2 doain

Janganlah aku berdoa agar diluputkan dari bahaya tetapi agar berani untuk menghadapinya.
Janganlah aku bermohon untuk dihindarkan dari kepedihan tetapi agar mampu menaklukkannya.
Janganlah aku mencari teman senasib dalam pergumulan hidup ini tetapi agar mampu berjuang dengan daya upayaku sendiri.
Janganlah aku meminta agar diselamatkan dari keterasingan tetapi agar dengan sabar melangkah menuju ke kebebasanku.
Janjikanlah padaku agar aku tidak menjadi seorang pengecut: Tidak hanya sanggup merasakan keagunganMu dalam keberhasilanku tetapi juga dapat merasakan genggamanMu di dalam kegagalanku.
- Rabindranath Tagore-

sekian dulu ya temen2 renungannyaa.. semoga bisa membantu temen2 smua..

salam,
Sie Liturgi
__._,_.___