Rapat Anggota II Periode 2006-2007

Halo temen2 semua...

Mau ngumumin klo PK bakal ngadain rapat anggota yang kedua di minggu ini. Tema utama yang akan dibahas adalah mengenai 'Gemeinde Freizeit' di Prinzbach bulan Oktober nanti.

Rapat bakal diadain pada:

Hari/Tanggal: Sabtu, 26 Agustus 2006
Waktu : Pk. 14.00- selesai
Tempat : KHG


Ok, diharapkan temen2 semua bakal bisa dateng hari sabtu nanti yakkk...

Sampai hari Sabtu...
PK 06/07


Terumbu Karang

Saat berjalan di tepi pantai dan melayangkan pandangan ke arah samudra, tak henti–hentinya hati dan pikiran ini bertanya. Betapa sungguh tak terselami pikiran Allah kita. Kala menyusuri pantai akan kita temukan serpihan dan potongan dari terumbu karang, walaupun kecil namun keindahannya masih dapat dikagumi. Melalui serpihan batu karang ini Tuhan hendak mengajarkan bahwa di kedalaman samudra Dia merenda suatu kehidupan yang walaupun pada saat Ia berkarya tak dpt disaksikan oleh manusia. Dengan kesabaranNya Allah membentuk dan menghias terumbu karang dengan bentuk dan warna yang beraneka rupa dan sungguh indah buatannya.

Kita tahu terumbu karang memerlukan puluhan, ribuan bahkan jutaan tahun untuk bertumbuh dan berkembang... bukan waktu yang singkat. Dan terumbu karang ini menjadi tempat penyedia makanan bagi penghuni lautan serta menjadi tempat perlindungan juga taman bawah air nan mempesona yang diminati oleh manusia. Kalaupun koral ini kemudian mati, maka kematiannyapun tidak sia–sia sebab ia masih menjadi tempat tinggal dan dasar bertumbuhnya terumbu karang yang baru.

Dan dari suatu yang kecil lemah dan sangat rapuh ini lambat laun menjadi sesuatu yang besar kokoh dan tegar yaitu sebuah pulau karang atau atol yang menjadi tempat bersinggahnya burung–burung bahkan tanamanpun dapat tumbuh diatasnya. Dan dalam situasi apapun terumbu karang ini menerima keadaan dan bahkan sanggup mengubah sesuatu yang sangat buruk sekalipun menjadi sangat indah, seperti ketika terumbu karang menghiasi bangkai kapal-kapal yang karam didasar lautan.

Sangat sederhana Allah mengajarkan kita untuk melihat apa yang juga Ia kerjakan terhadap kehidupan kita anak–anakNya hari lepas hari. Sebagaimana Ia membentuk, menghias, menumbuhkan terumbu karang ini, demikian juga Ia membentuk kehidupan, karakter, rancangan yang sungguh indah dan sempurna atas kita.

Walaupun prosesnya memakan waktu yang lama namun Ia sabar terhadap kita. Dalam membentuk kita Allah pun memiliki tujuan agar kita bisa seperti terumbu karang yang menjadi berkat bagi segala mahluk hidup, menjadi kokoh dan teguh serta membawa perubahan terhadap lingkungan sekeliling dalam situasi apapun tanpa dipengaruhi gelombang kehidupan dalam keadaan terburuk sekalipun. Allah seperti berkata belajarlah dari Terumbu Karang yang tersembunyi di kedalaman lautan. Allah senantiasa bekerja dalam kehidupan kita di tempat yang tersembunyi tak terlihat oleh mata jasmani namun dapat kita rasakan dengan hati.

Allah merenda kehidupan setiap orang yang mengasihinya dengan rancangan yang amat sempurna, hari lepas hari... dari dalam kandungan sampai kita kembali lagi kepadaNya. Ia senantiasa berkarya dalam kehidupan kita pribadi lepas pribadi. Dan oleh Dia lah kita memperoleh kehidupan yang penuh dengan kasih, sukacita berkelimpahan, kehidupan yang penuh dengan pengharapan dalam janji yang pasti tergenapkan atas tiap doa yang kita naikkan. Karena Dia kita hidup, dan hidup kita boleh menjadi berkat bagi kehidupan orang lain. Mengucap syukurlah atas kehidupan yang kita terima tiap detiknya... sebab ada anugrah dan sukacita disana. Sungguh Allah Bapa kita Tuhan Yesus Kristus dengan perantaraan RohNya yang Kudus adalah Allah yang Hidup.


Sie Liturgie
(Diambil dari pondok renungan)


Cintai Hidup Anda

Kakak iparku membuka laci lemari pakaian kakakku yang paling bawah, lalu mengambil sesuatu terbungkus tissue putih dan mengulurkannya kepadaku sambil berkata: "Ini pakaian dalam yang sangat spesial." Kubuka bungkusan itu, dan kutemukan sebuah pakaian dalam yang sangat menawan, lembut, terbuat dari sutera, disulam tangan, dengan tali sangat lembut. Tag harga masih tertempel, dengan kode-kode penjualannya yang rumit.

Jane membelinya 8 atau 9 tahun yang lalu, dan belum pernah memakainya. Katanya ia ingin memakainya untuk suatu kesempatan yang sangat istimewa. "Yah, rasanya inilah hari yang istimewa itu," kata kakak iparku lemah. Ia mengambil pakaian dalam itu dari tanganku, dan meletakkannya di atas tempat tidur, bersama dengan pakaian lainnya yang kami persiapkan untuk dibawa ke rumah duka.

Ia memegang pakaian dalam itu sejenak, dan dengan tiba-tiba ia menutup laci tersebut keras-keras sambil berkata keras padaku: "Jangan pernah menyimpan sesuatu yang istimewa untuk kesempatan istimewa. Hidupmu tiap hari adalah istiewa."

Aku terus ingat kata-kata tersebut sepanjang upacara pemakaman dan hari-hari sesudahnya. Saya membantu dia dan keponakan-keponakan saya untuk melewati hari-hari berkabung setelah kematian kakakku yang mendadak. Aku juga terus memikirkan mereka sepanjang penerbanganku kembali ke California dari kota Midwestern di mana kakakku tinggal.

Aku juga memikirkan hal-hal yang belum sempat didengar, dilihat atau dikerjakan oleh almarhum kakakku. Aku juga memikirkan hal-hal yang sudah ia kerjakan tanpa menyadari bahwa hal-hal tersebut sungguh sangat spesial. Aku terus memikirkan kata-kata kakak iparku, dan sepertinya kata-kata yang ia ucapkan saat hatinya penuh duka tersebut telah mengubah hidupku.

Mendadak sepertinya aku telah membaca sedemikian banyak buku tentang kehidupan. Aku lalu memandang keluar jendela dan menikmati pemandangan udara yang indah, tanpa pusing lagi memikirkan bagaimana kebun kesayanganku yang telah kutinggal pergi beberapa hari.

Sesampai di rumahku sendiri, aku lalu menyempatkan diri untuk lebih banyak berkumpul dengan keluargaku dan teman-temanku, dan langsung mengurangi kegiatan rapat-rapatku. Apabila diperlukan, hidup ini semestinya dipenuhi pola-pola untuk pengalaman tentang kenikmatan, dan bukan pertahanan serta beban. Sekarang saya mencoba untuk memperhitungkan waktu dengan lebih teliti dan mensyukurinya.

Aku tidak "menyimpan" sesuatu. Kami bahkan menggunakan perlengkapan makan dari porselen dan koleksi kristal kami setiap hari, tanpa menunggu ada pesta, ada tamu atau lainnya. Ketika kami kehilangan uang, ketika kran air bocor, ketika bunga camelia kami mekar, adalah saat-saat yang kami istimewakan. Saya pergi ke pasar memakai pakaian yang indah, jika memang sedang ingin.

Semua kami lakukan tanpa rasa sayang yang berlebihan terhadap barang-barang tersebut. Teorinya, kalau saya kelihatan lebih berada daripada orang-orang di sekitarku, saya juga akan menjadi tidak pelit terhadap diriku sendiri. Saya tidak hanya memakai parfum kalau pergi ke pesta. Pelayan di toko bangunan, tukang sayur di pasar, teller di bank, dan teman-temanku di pesta, memiliki hidung yang berfungsi sama.

Kata-kata seperti "suatu hari kelak" ataupun "kapan-kapan" lambat laun hilang dari perbendaharaan kata saya. Kalau memang sesuatu berharga untuk dilihat, didengarkan atau dikerjakan, maka saya ingin melihatnya, mendengarkannya dan mengerjakannya sekarang juga.

Saya tidak yakin apa yang akan dikerjakan kakak saya jika dia tahu hidupnya tidak lama lagi. Mungkin dia akan menghubungi sanak keluarga dan teman-teman dekat. Atau juga bekas teman-teman, untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan mereka. Saya rasa dia akan pergi makan malam untuk menikmati makanan favoritnya. Tapi saya cuma bisa menduga-duga saja, saya tidak akan tahu. Hal-hal seperti ini yang membuat saya marah jika saya tahu bahwa saya tidak memiliki waktu lagi. Marah karena selama ini saya selalu menunda pertemuan-pertemuan dengan teman-teman baik saya, meskipun saya sangat ingin berjumpa dengan mereka. Marah, karena selama ini saya jarang membalas surat-surat yang saya terima. Marah dan menyesal karena selama ini saya jarang sekali mengatakan pada isteri dan anak-anakku, betapa saya menyayangi mereka.

Kini saya selalu mengusahakan untuk tidak menunda atau menahan hal-hal yang sekiranya akan menambah keceriaan dalam hidup ini. Dan setiap pagi, begitu saya membuka mata, saya katakan pada diri saya sendiri, bahwa hari itu adalah hari yang spesial. Setiap hari, setiap menit, setiap nafas, adalah benar-benar anugerah yang indah dari Tuhan.


Sie Liturgie
(diterjemahkan dari LOVE YOUR LIVE By Ann Wells (Los Angeles Times))


Hubungan Manusia dengan Tuhan

The Wounded Healer oleh Henri Nouwen
In this hope-filled and profoundly simple book, Nouwen offers a radically fresh interpretation of modern ministry. According to Nouwen, ministers are called to identify the suffering in their own hearts and make that the starting point of their service. For Nouwen, ministers must be willing to go beyond their professional, somewhat aloof role and leave themselves open as fellow human beings with the same wounds and suffering as those they serve. In other words, we heal from our wounds.

Berminat? Silahkan hubungi Vincent.



Adam yang Dikasihi Allah (Adam God's Beloved oleh Henri Nouwen)
Henri Nouwen was renowned as a spiritual writer, but became humbled when he met Adam. Adam was a young man with handicaps who had been placed in L’Arche Daybreak Community because his parents could no longer care for him at home. His brother, Michael, was also at L’Arche. Adam could do nothing for himself, but taught all who came into contact with him, even though he never spoke a word. This is a story of Christ as seen through the presence of a young man who only lived about the same number of years as Christ and touched all who came to him.

Berminat? Silahkan hubungi Vincent.



Hal-hal yang Kupelajari Belakangan Ini (Things I've Learned Lately oleh Danae Jacobson)
Writing with the wisdom of an adult and the soul of a poet, 16-year-old Danae Jacobson shares her astonishingly fresh perspectives on life's lessons. In short essays covering everything from relationships to the meaning of death, she offers an honest, hopeful message for young people who are striving to face daily challenges with a firm faith.

Berminat? Silahkan hubungi Vincent.



Kerinduan Hati (Heart's Desire oleh Patsy Oda)
This book is an incredible story of one woman's honest account of her journey of faith. In her autobiography, Patsy Oda shares how she struggled with being the only Christian in her family and tells of the amazing ways God showed her who to marry. Patsy Oda's autobiography is not only an inspirational story but also a must read for anyone wanting to know more about the Christian faith.

Berminat? Silahkan hubungi Vincent.



Relationship; How To Make Bad Relationships Better And Good Relationship Great oleh Drs. Les & Leslie Parrott
Designed for college students, young adults, singles, and dating couples, this book teaches the basics of healthy relationships, including friendship, dating, sexuality, and relating to God; it is accompanied by a 48-page workbook.

Berminat? Silahkan hubungi Vincent.