Katholikentag


24-28 Mai 2006
Katholikentag


Doa Tanpa Arti

Pada suatu malam yang sangat dingin, seorang pemuda duduk di dekat
perapian dirumahnya untuk menghangatkan badan. Saat pandangannya
menatap jendela rumahnya, dilihatnya seorang kakek sedang berjalan
ditengah salju yang putih.
Sang Pemuda kemudian berpikir, “Ah Malangnya kakek itu, dia harus
berjalan ditengah badai salju seperti ini. Baiklah aku akan
mendoakan dia saja agar dapat tempat berteduh.” Pemuda itu lalu
berdoa kepada Tuhan : “Tuhan bantulah agar orang tua di depan
rumahku ini mendapatkan tempat untuk berteduh. Kasihan Tuhan dia
kedinginan.”
Ketika si pemuda mengakhiri doanya dilihatnya sang kakek berjalan
mendekati rumahnya dan diapun sempat mendengar suara rintihan sang
kakek yang kedinginan ketika sang kakek bersandar di dekat jendela
rumahnya. Mendengar itu sang pemuda berdoa lagi kepada Tuhan. “
Tuhan lihatlah sang kakek di luar rumah itu. Kasihan sekali dia
Tuhan, biarlah engkau membantunya agar dia tidak kedinginan
lagi.bantulah agar dia mendapatkan tempat berteduh yang hangat.”
Setelah itu si pemuda pun tidur lelap.
Keesokan harinya si pemuda terbangun karena suara gaduh masyarakat
sekitarnya. Dia pun keluar rumah dan menemukan sang kakek telah
meninggal bersandar di dekat jendela rumahnya.
Si pemuda kemudian berdoa lagi kepada Tuhan. “Tuhan mengapa engkau
membiarkan kakek itu meninggal kedinginan padahal aku sudah
mendoakannya agar dia selamat.” Tuhan pun menjawab si pemuda itu.
“Aku mendengar doamu hai pemuda. Aku sudah membimbing kakek itu agar mendekati rumahmu. Akan tetapi engkau tak menghiraukannya bahkan
ketika kakek itu merintih di depan jendela rumahmu.”

Renungan :
Teman teman yang terkasih dalam Yesus, Kita mungkin dapat mendoakan
keselamatan, keberhasilan, atau pun kebahagiaan seseorang atau diri
kita sendiri. Tetapi apakah artinya jika doa tersebut tanpa usaha.
Iman tanpa perbuatan adalah hampa dan tidak ada artinya. Lebih baik
si pemuda berkata “Tuhan lihatlah ada kakek yang kedinginan.”
kemudian ia membuka pintu dan mempersilakan kakek itu masuk ke
rumahnya untuk berteduh daripada ia berdoa panjang-panjang untuk
keselamatan kakek itu tetapi tidak bertindak apapun.


(diambil dari pondok renungan)


Nasi Siram Ala Hongkong

Porsi: 2 Orang

Bahan:
  • Nasi (Untuk 2 orang)
  • 1 buah Telur
  • 2 cm Jahe (cincang halus)
  • 2 siung Bawang putih (haluskan)
  • 250 gr Daging cincang
  • 10 lembar Sawi Putih (potong kotak-kotak)
  • 2 sdm Daun Bawang kering (Schnittlauch)
  • 2 sdm Kecap Asin
  • 1 1/2 sdm Kaldu
  • 200 ml Air
  • Garam dan Lada sesuai selera
  • Tepung maizena untuk mengentalkan (bisa menggunakan kartoffelmehl)


Cara Membuat:
  1. Panaskan sedikit minyak diatas wajan, goreng telur dan hancurkan. Campurkan nasi kedalam wajan lalu aduk rata. Tambahkan garam dan lada sesuai selera. Angkat dan letakan diatas piring saji.
  2. Panaskan sedikit minyak diatas wajan lalu tumis bawang putih dan jahe. Masukkan daging cincang dan tumis sampai matang. Masukkan sawi putih dan aduk rata.
  3. Masukkan kecap asin, daun bawang, kaldu, garam dan lada. Campurkan air dan aduk rata.
  4. Larutkan tepung maizena dalam sedikit air, dan campurkan kedalam sayur sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai mengental.
  5. Angkat dan siram diatas nasi. Hidangan nikmat sudah siap saji



oleh: Studio 250



Munafik?

Hidup ini memang penuh dengan kemunafikan. Janganlah berduka karena itu. Kenyataan yang kita hadapi, yang kita alami dan kita saksikan seringkali bukanlah kebenaran yang kita inginkan. Tetapi apakah kebenaran itu? Tidakkah kita sering, sadar maupun tidak, harus mengambil sikap untuk munafik? Pada saat kita ingin didengarkan, kita harus mendengarkan. Pada saat kita sedang sedih, kita harus tertawa. Pada saat kita ingin pergi, kita harus tinggal. Pada saat kita ingin menemani, kita meninggalkan.

Pengalaman-pengalaman hidup telah mengajarkan kita mengenai hal-hal tersebut: seringkali kita harus melakukan hal yang bertentangan dengan keinginan kita sendiri. Tetapi haruskah kenyataan yang terjadi saat ini membuat kita gusar? Atau malah putus asa dan pasrah diri? Layakkah kita hanya mengeluh atas apa yang kita alami? Jika memang demikian yang kita lakukan maka betapa sianya hidup ini. Kenyataannya memang kita semua adalah manusia yang lemah. Dan hidup tidaklah mudah. Tetapi bagaimana pun kehidupan berlangsung terus, suka atau tidak, dan selama kita masih sanggup untuk berkelakar, menertawai diri dan kehidupan kita, kemanusiaan kita tetap eksis.

Memang banyak penderitaan yang kita saksikan atau kita alami sendiri tetapi “janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Mat. 6:34) demikian sabda Yesus kepada kita. Di tengah segala penderitaan hidup ini, kita mencari kebahagiaan bukan dengan merasa sedih karena keinginan kita tidak tercapai tetapi dengan melakukan hal yang dapat membahagiakan orang lain di sekeliling kita karena “Mereka cermin wajahku” (TS Eliott). Yah, dalam tawa orang lainlah kita akan menemukan kebahagiaan kita. Demikianlah jalannya kehidupan. Sering kita harus melakukan apa yang bertentangan dengan keinginan kita sendiri agar dapat membahagiakan orang lain. Dengan melihat orang lain tertawa, duka kita pun terlipur. Sebab itu, saat kita merasa gusar karena merasa tidak dipercayai, cobalah merenung, apakah kita telah melakukan hal-hal yang dapat membuat orang lain mempercayai kita? Jangan-jangan karena perbuatan kita sendiri maka orang-orang tidak dapat percaya kepada kita. Juga saat kita mengeluh mengenai segala hal yang bertentangan dengan keinginan kita, tidakkah sebenarnya kita ingin memaksakan keinginan kita sendiri terhadap orang lain? Juga saat kita mempersalahkan orang-orang lain, apakah bukannya kitalah sebenarnya yang terlalu bangga akan kemampuan kita dan karena itu buta terhadap kelemahan diri sendiri?

Hidup memang dipenuhi kemunafikan, jika kita ingin menamakan hal itu dengan kemunafikan, karena kita memang harus mengurbankan keinginan dan perasaan kita sendiri demi orang lain. Tetapi ingatlah ‘aturan emas’ dari Kristus sendiri: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Mat. 7:12). Bagaimana pun, orang-orang adalah insan yang hidup. Yang memiliki perasaan dan cara berpikir yang belum tentu sama dengan kita. Dalam perjalanan dari Jogya ke Surabaya, di sampingku duduk seorang nenek. Kami terlibat dalam obrolan yang lama, walau kebanyakan saya hanya mendengarkan saja. Nenek itu bertutur mengenai banyak hal, riwayatnya, keluarga dan segala unek-uneknya mengenai masa kini. Tidak banyak saya menyimpan kenangan atas apa yang diceritakannya selain satu kata ini: “Semua karena keinginan. Saat keinginan kita buru, kita dikuasai hasrat. Saat keinginan kita miliki, kita dikuasai hak. Jadi kita tak pernah menjadi manusia bebas” Apakah kalimat dari nenek tersebut dapat bergema di hati kita semua? Saya harapkan demikian.

Begitulah, kita tidak dapat dengan bebas melakukan segala hal yang kita ingini karena dengan kebebasan itu nanti kita malah akan memenjarakan orang lain. Mungkin kita kadang harus berlaku munafik, tetapi bagiku itu bukanlah suatu kemunafikan. Melainkan pengurbanan yang kita lakukan demi sesuatu yang lebih besar. Demi kebersamaan kita sebagai saudara. Keinginan kita bukan keinginan Tuhan. Dia sendiri tak pernah memaksakan keinginanNya tetapi mengharapkan agar kita, sebagai manusia, mampu memilih apa yang baik dan apa yang tidak baik. Dalam proses keputusan itulah kita akan dinilai apakah kita layak menjadi umatNya atau tidak. “Jadilah kepadamu menurut imanmu” sabda Yesus saat mata dua orang buta dimelekanNya. Maka apakah mata kita akan melek atau tidak, semuanya terserah pada kita sendiri.

(diambil dari pondok renungan)

sie Liturgie


Ukiran Yang Tercoreng

Pada waktu api yang besar menelan kota London, maka setelah selesai kebakaran besar itu, Raja Inggris menugaskan seorang arsitek besar yang bernama Christofer Ramm membangun kembali gereja St. Paul yang megah, lalu dipakai oleh Pangeran Charles melakukan pernikahan. Ukiran yang besar dan bagus dipasang kira-kira 8 m tingginya dari tanah.

Ada seorang yang mengukir salah satu hiasan disitu dan berdiri pada tempat tertinggi dari gereja itu. Ia sedang memandang hasil ukirannya yang baru selesai.

Tetapi secara tak sadar, ia memandangi sambil berjalan mundur setapak demi setapak sampai sudah berada diujung papan pembatas; jika ia mundur setapak lagi, ia pasti jatuh dan mati. Seorang rekan di pinggirnya melihatnya krn posisi berdiri rekannya itu amat berbahaya bahkan mungkin jika ia berteriak memperingatkan malah akan membuat rekannya terjatuh. Akhirnya tidak ada cara lain maka ia mengambil kuas seorang yg sedang mengapur dinding dan merusak hasil ukiran rekannya itu. Waktu ukiran itu dicat tidak karuan, si pengukir amat marah dan langsung menghampiri ingin memukulnya. Tetapi orang itu lalu memperingatkannya dan menunjuk tempat si pengukir itu berdiri, akhirnya si pengukir sadar bahwa rekannya itu sedang berusaha menyelamatkannya.

Demikian Tuhan kita, kadang DIA 'merusak' gambaran yang kita idam-idamkan, mengambil orang yang kita cintai dan memberikan hal-hal yang sulit dlm hidup kita. Cara Tuhan seringkali melawan logika dan cara pikir manusia, ttp justru cara Tuhan adalah cara terbaik. Mungkin sudah lama kamu marah dengan tangisan, kamu berdebat dengan Tuhan, tetapi biarlah kamu mendengar suara Tuhan yang penuh kasih hari ini yang mengatakan bahwa hal itu perlu dikerjakan dalam diri kamu untuk kebaikanmu juga karena rencana Tuhan indah pada waktunya.

"KITA TAHU SEKARANG, BAHWA ALLAH TURUT BEKERJA DALAM SEGALA SESUATU UNTUK MENDATANGKAN KEBAIKAN BAGI MEREKA YANG MENGASIHI DIA, YAITU BAGI MEREKA YANG TERPANGGIL SESUAI DENGAN RENCANA ALLAH" (Roma 8:28)

(diambil dari pondok renungan)


Grillen Pertama Sommer 2006


14 Mei 2006
Grillen


The Da Vinci Code (Judul versi Jerman: Sakrileg)

Seminggu lagi film ini akan diputar secara serentak di Jerman, sehari lebih awal daripada di US. Pemutaran perdananya akan menandai dibukanya Festival Cannes tahun ini. Film ini adalah salah satu topik pembicaraan paling hangat, baik karena banyak yang tak sabar lagi menunggu, maupun karena kritik yang bertubi-tubi.

Film ini diangkat dari novel yang diterbitkan tahun 2003 dan langsung menjadi hit dimana-mana. Sampai dengan bulan Maret tahun ini, buku ini sudah diterjemahkan ke dalam 44 bahasa, dengan jumlah penjualan lebih dari 40 juta eksemplar, sehingga disebut-sebut sebagai salah satu buku terpopuler sepanjang masa. Novel ini adalah novel keempat yang ditulis oleh Dan Brown, mantan guru bahasa Inggris di New England, US.

Ironisnya, karya-karyanya sering menjadi bahan olokan para ahli linguistik di Language Log karena gaya tulisannya yang menyedihkan. Ketika mendengar bahwa novel ini akan diangkat menjadi film, Geoff Pullum bilang: thank God for film (sehingga kita tak perlu lagi membaca novelnya, yang merupakan penderitaan. Begitu kira2 maksud dia. ^_^)

Terlepas dari gaya tulisnya, The Da Vinci Code sebenarnya sangat menarik. Novel ini menceritakan tentang Robert Langdon, seorang profesor di Universitas Harvard, yang berusaha mencari kebenaran mengenai 'Cawan Suci' yang dirahasiakan oleh gereja Katolik supaya mereka tetap 'berkuasa'. Perjalanan Langdon sangat seru dan bikin penasaran. Tapi kenapa banyak orang yang protes? Karena Dan Brown bilang, dia menulis novel ini berdasarkan fakta. Nah lho!

Mungkin karena banyaknya protes mengenai ini, dia menanggapi di websitenya
BUT DOESN'T THE NOVEL'S "FACT" PAGE CLAIM THAT EVERY SINGLE WORD IN THIS NOVEL IS HISTORICAL FACT?
If you read the "FACT" page, you will see it clearly states that the documents, rituals, organization, artwork, and architecture in the novel all exist. The "FACT" page makes no statement whatsoever about any of the ancient theories discussed by fictional characters. Interpreting those ideas is left to the reader.

heh.

Trailernya bisa dilihat di sony, yahoo, atau di youtube.

Gimana, kita mau nonton rame2 kah? ^_^
ditulis oleh elvy



Rapat Anggota I Periode 2006-1007

hallo semuanya...

Hari sabtu kemaren PK yg baru dah rapat n ngebikin rencana kerja bwat satu tahun mendatang. Oleh karena itu, kami ingin mengundang temen2 semua bwat dateng ke rapat anggota I kita supaya kita bisa ceritain rencana-rencana apa ajah yg dah kita buat. Selain itu, kita juga pengen ngomongin masalah peserta seminar KMKI MWD- Bayern.

Rapat anggota I akan dilaksanakan di:
Tempat: Essraum EG-KHG
Hari/Tanggal: Minggu,14 Mei 2006
Waktu: 10.30 - selese


Abis rapat, akan dilanjutkan dengan makan siang dan jika cuaca bagus serta segalanya memungkinkan, kita bakal bikin grillen...

Ya wess, sampe sini dulu infonya, harap semuanya bisa dateng dehh!!!!


Grillen Pertama Sommer 2006

Hai2...

It's grillen time!!!!
Berhubung hari sudah makin memanas, dan menurut ramalan cuaca hari minggu ntar cuaca akan bagus, maka PK mau mengadakan Grillen setelah Rapat anggota I hari minggu besok ini.

Grillen ini sifatnya terbuka, jadi warga boleh undang orang lain diluar KMKI untuk dateng. Kalo ada temen yang mau dateng, tolong dateng ke:

Tempat: Essraum EG- KHG
Hari/Tanggal: Minggu, 14 Mei 2006
Waktu: 12.30


Setiap orang diwajibkan untuk membawa dagingnya sendiri2, karena kita tidak menyediakan daging. Kita hanya menyediakan Baguette, Salad, dan minuman.

Bagi yang mau mengundang temen kita yang muslim, harap diberitahukan bahwa kita hanya menyediakan alat grillen yang bekas memanggang daging babi.

Ok, itu berita dari PK.. sampai ketemu hari Minggu besok!!!

Salam,
PK 06/07


Koor KMKIKA di Misa St. Bernhard


7 Mei 2006
Koor Misa St.Bernhard


Rapat Pleno 2006


1 Mei 2006
Rapat Pleno 2006


Paskah Bersama KMKI-Persekka


29 April 2006
Paskah Bersama KMKI-Persekka


Cerdas Cermat Ceria 2006


25 Februari 2006
Cerdas Cermat Ceria & Misa Indonesia


Pesta Natal 2005


26 Desember 2005
Pesta Natal


Mini Olympic Episode II


19 November 2005
Mini Olympic Episode II


Filmabend


15 Oktober 2005
Filmabend


Tutorium WS05/06


10 September 2005
Tutorium WS05/06


Gemeinde Abend: Angklung


31 Mai 2005
Gemeinde Abend Angklung


Perayaan Ultah KMKIKA ke-10


01 Mai 2005
Jubileum ke 10 KMKIKA


Gemeindewochenende KMKIKA + KHG


08 - 10 April 2005
Gemeindewochenende KMKIKA+KHG, Prinzbach


Panitia Kerja Periode 2010-2011

Panitia Kerja KMKI Karlsruhe 2010-2011

Koordinator
Irene Natalia

Sekretaris
Jules Rizaldi

Bendahara
Regina Nany Hanadi

Seksi Liturgi
Louis Agung Nugroho

Seksi Akademis
Alexander Hiendriana
Fadly Kayo
Ursula Gita Astuti

Seksi Publikasi
Ignatius Ifan Rusmanto
Alvin Chandra
Leonardus Resha Arinta